Dua manusia ini dipertemukan dalam takdir yang cantik,..
Tanpa direncanakan dan dijadwalkan,
Mereka lahir pada hari,tanggal dan tahun yang sama,..
Dua manusia ini pernah ‘berjalan’ bersama,..
Mereka pernah menginap,makan dan minum bersama,..
Mengembara dan berpetualang bersama,..
Menakhlukkan gunung bersama,..
Mereka juga pernah melakukan hal hal bodoh bersama,..
Mereka pernah mengalami kesalahpahaman bersama,..
Dan yang pasti mereka pernah berbagi kenangan bersama,..
Susah senang,pahit getir,..
Segala rasa menjadi satu, berpadu dalam bumbu hidup yang kadang manis juga asam,..
Dua anak manusia ini pun pernah mengadakan kencan bersama
Dengan disertai kekasih masing masing,..
Apakah mereka pernah mengalami kecemburuan yang sama? Ahh,jangan tanya saya,..
Dan hari ini, takdir seakan sedang menguji keduanya,..
Terpisahkan oleh jarak,..
Dengan nasib dan kehidupan yang sudah berbeda,..
Dengan samudera yang tetap mengombak mengiringi perpisahan keduanya,..
Andai saya punya teropong, saya akan memanjat monas dan mengawasi mereka dari atasnya,..
Untuk menyaksikan kemana takdir membawa mereka kemudian,..
Ketika yang satu hanya perlu menunggu waktu,untuk menggenapkan mimpi yang tersisa,..
Yang satu masih harus berjuang lebih berat untuk bisa mengejar yang lain,..
Dan sebelum hari itu tiba,saya akan tetap disini,..
Membeli teropong, membuat tangga dan menyiapkan cemilan
Serta menunggu surat permohonan memanjat monas saya disetujui :mrgreen:
Kadang terfikirkan, apakah mereka masih bisa merasakan kerinduan yang sama?seperti ketika mereka masih bersama??
Tenanglah kawan, kau yang masih berjuang,..
Masih punya banyak teman yang bernasib sama,..
Aku misalnya
Tenanglah kawan, Allah masih bersama kita
